Jumat, 19 Mei 2017

perbandingan framework yii, cakePHP, dan CodeIgniter

Framework adalah dasar dengan tingkat kompleksitas yang ditentukan (berdasarkan tingkat pengguna) yang dapat diperluas oleh pemrogram menggunakan kode mereka sendiri. Ini mungkin termasuk seperangkat perpustakaan perangkat lunak, kompiler, juru bahasa, atau API. Secara umum, ia menyediakan lingkungan yang memfasilitasi jenis pemrograman tertentu untuk proyek pengembangan perangkat lunak. Berikut ini adalah 3 framework yang akan saya jelaskan :
1. Yii


Yii adalah Framework open source berbasis php. Nama Yii singkatan dari "Yes It Is!". Seperti juga Framewor PHP pada umumnya, Yii juga telah mengadopsi konsep MVC - Model, View, Controller dalam struktur pemogramanya.
1.2 Fitur
  •   Arsitektur programing menggunakan konsep Model, View, Controller atau biasa disebut MVC.
  • Object Relational Mapping atau ORM merupakan salah satu fitur di dalam Yii yang mengurusi pengelolaan database, jika kita lihat secara spesifik maka Yii sebenarnya menyediakan mekanisme seperti DAO (Data Access Object), Query Builder, Active Record (ORM) dan Database Migration. Dengan ORM pekerjaan developer menjadi terbantu karena tidak lagi menulis query SQL yang rumit, cukup dengan memanggil fungsi-fungsi tertentu di dalam library Yii.
  • Form input dan Validasi adalah fitur yang mengatur inputan pada suatu form dan sekaligus membantu melakukan validasi pada inputan.
  • Widget merupakan konsep di Yii yang menyediakan komponen-komponen user interface yang siap pakai.
  • Autentikasi hak akses dan Autorisasi loging dan logout.
  •  Masalah tampilan (view) Yii menggunakan konsep skinning kita bisa meng-costumize tampilan komponen user interface di aplikasi kita menggunakan CSS sedangkan dengan konsep Theming kita bisa mengganti-ganti seluruh tampilan aplikasi.
  • Web service, pada Yii dapat meng-generate spesifikasi WSDL service secara otomatis.
  • Translasi, Yii menyediakan fitur penterjemah untuk pesan, tanggal dan format waktu sesuai zona waktu dan daerah.
  • Caching, dengan fitur caching akses terhadap aplikasi yang dibangun menggunakan Yii akan 
  • lebih ringan ketika diakses oleh penggunanya.
  • Pesan Error dan Logging yang ada pada Yii bisa memilih untuk menampilkan langsung ataupun disimpan ke suatu file di server.
  • Security di dalam Yii membantu dalam mencegah serangan-serangan seperit SQL Injection, XSS, CSRF, Cookie Tampering dll.
  • 3rd Party, Yii telah di desain sedemikian rupa sehingga kita bisa memasang library external dari pihak ketiga untuk di sematkan dalam aplikasi.
  • Extension, Yii memiliki segudang extensions. Extension sendiri merupakan kontribusi dari pengguna-pengguna Yii dengan membuat widget, library ataupun component yang bisa dipakai dan belum ada di Yii secara built-in.
  • Yii bisa didokumentasikan                                                                                                    

2. CakePHP

CakePHP adalah framework web open-source. Framework Ini mengikuti pendekatan model-view-controller (MVC) dan ditulis dalam PHP, mengikuti konsep Ruby on Rails, dan didistribusikan di bawah Lisensi MIT. CakePHP menggunakan konsep rekayasa perangkat lunak yang terkenal dan pola perancangan perangkat lunak, seperti konvensi mengenai konfigurasi, model-view-controller, catatan aktif, pemetaan data asosiasi, dan pengontrol depan. CakePHP juga menjadi salah satu framework pilihan yang memungkinkan seorang dpengembang web untuk membuat sebuah aplikasi dengan karakter pengembangan RAD (Rapid Application Development), yang memungkinkan untuk digunakan dan dikembangkan menjadi aplikasi lain yang lebih kompleks.
2.2 Fitur
  •   Komunitas yang aktif dan bersahabat.
  •   Lisensi yang fleksibel.
  •   Kompatibel dengan PHP versi 4 dan 5.
  •   Operasi CRUD yang terintegrasi untuk interaksi dengan basis data.
  •    Scaffolding aplikasi.
  •   Otomatisasi pembuatan code (code generation).
  •   Arsitektur MVC.
  •   Request dispatcher dengan URL yang kustom, rapih dan adanya rute.
  •   Validasi data yang terintegrasi.              
  •    Sistem templating yang cepat dan fleksibel (sintaks PHP, tersedia helpers).
  •     View Helpers untuk AJAX, JavaScript, HTML Forms dan banyak lagi.


3. CodeIgniter

CodeIgniter adalah framework aplikasi yang berfungsi untuk membuat halaman atau aplikasi web berbasis PHP. CodeIgniter merupakan aplikasi sumber terbuka yang berupa framework PHP dengan model MVC (Model, View, Controller) untuk membangun website dinamis dengan menggunakan PHP.
3.2 Fitur
·         Model-View-Controller Based System
CodeIgniter menggunakan sistem MVC untuk menemukan model yang kompleks dan membantu Anda membuat aplikasi dengan mudah dengan menggunakan kontroler dan tampilan. Ini membantu pengembang untuk membangun perpustakaan inti untuk sistem dan memungkinkan Anda mengintegrasikan skrip yang ada dengan database Anda sendiri.
·         Penanganan Masalah
Fitur ini membantu Anda menulis kode dalam satu baris dengan menggunakan sistem kerangka validasi yang efektif. Ini menghasilkan kode tanpa kesalahan dan memastikan berbagai struktur kontrol ditempatkan dalam bentuk HTML.
·         Validasi Formulir
Fitur ini membantu Anda menulis kode dalam satu baris dengan menggunakan sistem kerangka validasi yang efektif. Ini menghasilkan kode tanpa kesalahan dan memastikan berbagai struktur kontrol ditempatkan dalam bentuk HTML.
·         Migrasi
Pengembang dapat mengelola pembaruan skema database di berbagai bidang aplikasi web dengan mudah dengan bantuan aspek migrasi. Migrasi dari satu server ke server lain mudah dan tidak merepotkan di CodeIgniter.
·         Konfigurasi dan Customizable
Aspek ini membantu pengembang untuk menciptakan apa yang mereka butuhkan untuk dikembangkan berdasarkan aplikasi web. Anda bisa mengedit file yang ada di CodeIgniter dengan mudah dan tidak membingungkan pemula untuk mengembangkan kehidupan baru. Selain itu, konfigurasi dan file yang mudah disesuaikan dan mudah dilakukan dalam kerangka kerja ini.

Jadi, perbandingan dari 3 framework ini adalah yii menggunakan konsep MVC - Model, View, Controller. CakePHP menggunakan konsep rekayasa perangkat lunak yang terkenal dan pola perancangan perangkat lunak. Sedangkan, CodeIgniter menggunakan model MVC (Model, View, Controller) untuk membangun website dinamis dengan menggunakan PHP. Persamaannya adalah, baik Yii, CakePHP, dan Codelgniter sama-sama menggunakan PHP.
Referensi :


Kamis, 20 April 2017

Review Jurnal Internasional

Meningkatkan Teknologi Informasi Service Management dengan Six Sigma
Mohammad Aazadnia† and Mehdi Fasanghari††,
Iran Telecommunication Research Center (ITRC)
AbstrakSelama beberapa terakhir tahun, jumlah organisasi yang memberikan teknologi informasi (TI) layanan meningkat. Ada beberapa kerangka kerja seperti Perpustakaan Teknologi Informasi Infrastructure (ITIL) untuk IT Service Management yang terdiri dari seperangkat pedoman yang menentukan apa yang organisasi TI harus melakukan. Namun, mereka tidak menjelaskan bagaimana melakukannya. Misalnya, mereka menentukan bahwa TI harus mengalokasikan prioritas bagi setiap insiden yang datang ke meja layanan, tetapi mereka tidak menentukan bagaimana mengalokasikan prioritas. Six Sigma mendefinisikan proses pendekatan perbaikan yang didasarkan pada pengukuran statistik, mendorong peningkatan kualitas, dan mengurangi biaya operasional yang perusahaan seperti Motorola, Sekutu-sinyal dan General Electric telah digunakan untuk menghasilkan jutaan dolar dalam perbaikan bottom-line. Ini membantu dalam mengembangkan instruksi kerja rinci, dan mendefinisikan metodologi untuk terus pemetaan, pengukuran, dan meningkatkan kualitas proses. Six Sigma dapat membantu untuk menentukan, bagaimana sebuah organisasi TI mengelola layanan dalam rangka meningkatkan kualitas IT proses pengiriman. Tujuan kami dalam artikel ini adalah untuk meningkatkan kualitas Layanan Teknologi Informasi pengiriman dan dukungan proses dengan Six Sigma.

Kata kunci: Teknologi Informasi (It), Six Sigma


1. Pengenalan
seluruh organisasi. Proxima Teknologi percaya bahwa layanan yang diberikan Ada dua pendekatan yang dapat digunakan untuk meningkatkan manajemen pelayanan teknologi informasi (ITSM): ITIL dan Six Sigma. Banyak pengikut ini tampaknya saling pendekatan eksklusif menunjukkan semangat hampir agama dalam membela cara mereka sebagai satu-satunya cara untuk pergi. Alih-alih menjadi pendekatan yang berlawanan, bagaimanapun, Six Sigma dan ITIL saling melengkapi. Organisasi-organisasi sekarang sangat tergantung pada IT, mereka akan gagal tanpa itu. Namun, itu adalah kenyataan: ketika layanan TI kritis tidak tersedia, bisnis menderita. Akibatnya, organisasi telah meluncurkan pencarian alat bantu dan proses yang akan membantu mereka layanan jaminan. Beberapa organisasi telah berpaling ke outsourcing, mempekerjakan ketiga meskipun proses ITIL dapat lebih dioptimalkan dengan metode manajemen mutu Six Sigma. Six Sigma memastikan program peningkatan pelayanan difokuskan pada area bisnis yang penting (disebut penting untuk kualitas), menyediakan alat dan teknik untuk perbaikan terus-menerus, dan sistem pengukuran yang menyediakan metrik berharga. Selain itu, Six Sigma juga menyediakan cara nyata dari melaporkan keberhasilan yang dicapai dengan ITIL, tanpa yang program mungkin gagal [1]. jurnal ini menggambarkan metodologi kombinasi ITIL dan Six Sigma. Garis besar jurnal ini adalah sebagai berikut. Bagian 2 menjelaskan tentang ITIL. Bagian 3 menjelaskan Six Sigma (6σ).Bagian 4 menjelaskan menggabungkan Six Sigma dan ITIL. Bagian 5 adalah tentang mengembangkan

2. Ikhtisar ITIL
dokumen ITIL praktik terbaik untuk ITSM dan digunakan oleh banyak organisasi di seluruh dunia, meskipun berasal sebagai inisiatif pemerintah di Inggris dan Belanda [1]. ITIL terdiri dari serangkaian buku memberikan bimbingan pada penyediaan layanan yang berkualitas IT, dan fasilitas akomodasi dan lingkungan yang diperlukan untuk mendukung teknologi informasi. Ini berisi seperangkat terintegrasi modul terdokumentasi dengan baik yang mencakup [1]:
1. Support Service: set ini menjelaskan: Manajemen Konfigurasi, Manajemen Insiden, Soal Manajemen, Manajemen Perubahan, Manajemen Rilis, dan Service Desk Fungsi.
2. Jasa Pengiriman: set ini menjelaskan: Service Level Manajemen, Manajemen Ketersediaan, Manajemen Kapasitas, Manajemen Keuangan, IT Service Continuity Management, dan Manajemen Keamanan.
3. Perencanaan untuk Melaksanakan Service Management: Menjelaskan langkah-langkah yang diperlukan untuk mengidentifikasi bagaimana organisasi mungkin berharap untuk mendapatkan keuntungan dari ITIL dan bagaimana mengatur tentang menuai manfaat tersebut. Ini membantu organisasi mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan mereka, memungkinkan mereka untuk mengembangkan mantan, dan mengatasi kedua.
4. TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) Manajemen Infrastruktur: Meliputi Jaringan Service Management, Manajemen Operasi, Manajemen Prosesor lokal, Instalasi Komputer Penerimaan, dan Sistem Manajemen.
5. Aplikasi Manajemen: Penawaran dengan dukungan hidup perangkat lunak siklus, pengujian layanan TI dan perubahan bisnis dengan penekanan pada persyaratan yang jelas, definisi, dan implementasi solusi untuk memenuhi kebutuhan pengguna bisnis.
6. Perspektif Bisnis: Membantu manajer bisnis memahami IT penyediaan layanan. Isu yang dibahas meliputi Bisnis Relationship Management, kemitraan, outsourcing, perbaikan terus-menerus, dan eksploitasi ICT untuk keuntungan bisnis.
7. Manajemen Keamanan: Membantu IT Security Officer memberikan tingkat keamanan yang diperlukan untuk penyediaan total pelayanan kepada organisasi. Panduan ini berfokus pada proses pelaksanaan persyaratan keamanan diidentifikasi dalam Service Level Agreement IT, daripada mempertimbangkan isu-isu bisnis kebijakan keamanan. Hubungan antara dokumen-dokumen ini ditunjukkan pada Gambar 1.
Setiap modul memfasilitasi manajemen kualitasTI
layanandan infrastruktur TI dalam organisasi. The kode praktek dimaksudkan untuk membantu organisasi untuk memberikan kualitas layanan TI dalam menghadapi keterbatasan anggaran, kekurangan keterampilan, kompleksitas sistem, perubahan yang cepat, kebutuhan pengguna sekarang dan masa depan, dan harapan pengguna tumbuh.
ITIL memberikan landasan bagi kualitas ITSM. Adopsi luas dari bimbingan ITIL telah mendorong organisasi di seluruh dunia, baik komersial dan non-profit, untuk mengembangkan produk pendukung sebagai bagian dari filosofi ITIL bersama. Teknologi Informasi Service Management Forum (ITSMF) adalah konsorsium global lebih dari 400 perusahaan internasional dan 4.000 anggota individu bertanggung jawab untuk memajukan praktik terbaik IT melalui pemanfaatan ITIL, yang menyediakan kerangka kerja terstruktur yang terdiri dari peta jalan yang sistematis dan profesional untuk mengelola lingkungan TI yang kompleks.

Buku-buku yang membentuk perpustakaan ITIL yang disampaikan di bawah bimbingan keseluruhan dari UK Kantor Pemerintah Commerce (OGC) meskipun anggota ITSMF memainkan peran penting tersebut dalam pengembangan manual ini, bahwa ini harus dilihat sebagai upaya kolektif. Setiap gagasan “kepemilikan” menjadi yang terbaik tidak relevan dan paling buruk, kontra produktif.
Motorola menghadapi masalah yang sama seperti industri pada saat ini, tetapi menemukan bahwa mereka kehilangan sebagian besar bisnis dan produktivitas mereka melalui biaya kualitas non. Ini termasuk tidak hanya 2.600 bagian per juta kerugian di bidang manufaktur, tetapi kehilangan bisnis karena bagian yang cacat dan dukungan sistem di lapangan yang
tidak dapat diandalkan [3]. Ketua Motorola pada saat itu, Bob Galvin, memutuskan bahwa upaya jauh lebih intens diperlukan untuk mengatasi masalah mereka. Seorang insinyur Motorola, Bill Smith, menemukan bahwa tingkat kualitas yang berhubungan dengan ukuran Six Sigma sesuai dengan tingkat kegagalan dari dua bagian per miliar dan mengadopsi ini sebagai standar. Program untuk mencapai tujuan mulia ini dikembangkan di Motorola dan menciptakan “Six Sigma”, yang termasuk banyak alat-alat yang sistematis dan ketat terkait dengan program Six Sigma hari ini. Kebetulan, “Six Sigma” adalah merek dagang terdaftar federal dari Motorola. Untuk menggambarkan mengapa tingkat kualitas 99 persen tidak dapat diterima, pertimbangkan fakta berikut [1]: di bandara utama, 99 per kualitas persen berarti dua pendaratan pesawat tidak aman per hari, dalam pengolahan surat 99 per kualitas persen berarti 16.000 buah hilang email setiap jam, pembangkit listrik, kualitas 99 persen akan menghasilkan 7 jam tidak ada listrik setiap bulan, dan dalam operasi medis, 99 per kualitas persen berarti 500 salah operasi bedah per minggu.
Six Sigma adalah metodologi perbaikan proses yang berfokus sebuah organisasi pada kebutuhan pelanggan, proses penyelarasan, kekuatan analitis, dan dilaksanakan tepat waktu. Ini adalah metodologi yang sangat disiplin dan praktek yang menyediakan alat-alat yang diperlukan untuk mencapai yang konsisten, hasil kinerja tinggi dari produk dan proses. Dengan meningkatkan kinerja dan penurunan variasi, Six Sigma memungkinkan organisasi untuk membuat keputusan yang berfokus pada pelanggan data-driven yang pada akhirnya menghasilkan pengurangan cacat produk, keuntungan meningkat dan semangat kerja karyawan, dan produk-produk berkualitas tinggi [5].
Enam metodologi Sigma meliputi satu set alat yang telah terbukti untuk mengemudi dan mencapai perubahan transformasional dalam sebuah organisasi. Set alat menyediakan berbagai template untuk mengukur, mengumpulkan, dan meringkas data, serta untuk membuat peta proses. Metodologi dan alat dapat digunakan untuk pemetaan, pengukuran, meningkatkan, dan mengelola proses [5].
Menggunakan skala pengukuran universal, Six Sigma mendefinisikan dan memperkirakan peluang untuk kesalahan dan menghitung cacat dengan cara yang sama setiap kali, sehingga menawarkan alat untuk mengukur perbaikan. Metodologi Six Sigma menggabungkan data ini dan analisis statistik ke dalam alur kerja berbasis proyek yang memungkinkan perusahaan untuk membuat keputusan cerdas tentang di mana dan bagaimana untuk menggabungkan perbaikan.

3. Six Sigma (6σ)
3.1. Mengapa Six Sigma diperlukan dalam industri jasa?
Penelitian telah menunjukkan bahwa sebagian besar proses layanan seperti proses penggajian, penagihan, faktur, pengiriman, order entry, menanggapi permintaan layanan, penanganan bagasi, dll
yang tampil di hasil 97,7 persen [4]. Jika kita meningkatkan tingkat kualitas sigma dari setiap proses layanan yang disebutkan di atas untuk tingkat kualitas empat sigma, tingkat cacat akan turun. Ini jelas menunjukkan peningkatan kinerja proses. Hasil proses akan meningkat menjadi 99,38 persen. Hal ini akan membawa keuntungan finansial yang signifikan terhadap bottom line organisasi manapun (karena berkurang tingkat kecacatan, mengurangi jumlah keluhan pelanggan, meningkatkan kepuasan pelanggan, dll) terlibat dalam proses bisnis metodologi perbaikan yang kuat seperti Six SMotorola menghadapi masalah yang sama seperti industri pada saat ini, tetapi menemukan bahwa mereka kehilangan sebagian besar bisnis dan produktivitas mereka melalui biaya kualitas non. Ini termasuk tidak hanya 2.600 bagian per juta kerugian di bidang manufaktur, tetapi kehilangan bisnis karena bagian yang cacat dan dukungan sistem di lapangan yang
tidak dapat diandalkan [3]. Ketua Motorola pada saat itu, Bob Galvin, memutuskan bahwa upaya jauh lebih intens diperlukan untuk mengatasi masalah mereka. Seorang insinyur Motorola, Bill Smith, menemukan bahwa tingkat kualitas yang berhubungan dengan ukuran Six Sigma sesuai dengan tingkat kegagalan dari dua bagian per miliar dan mengadopsi ini sebagai standar. Program untuk mencapai tujuan mulia ini dikembangkan di Motorola dan menciptakan “Six Sigma”, yang termasuk banyak alat-alat yang sistematis dan ketat terkait dengan program Six Sigma hari ini. Kebetulan, “Six Sigma” adalah merek dagang terdaftar federal dari Motorola. Untuk menggambarkan mengapa tingkat kualitas 99 persen tidak dapat diterima, pertimbangkan fakta berikut [1]: di bandara utama, 99 per kualitas persen berarti dua pendaratan pesawat tidak aman per hari, dalam pengolahan surat 99 per kualitas persen berarti 16.000 buah hilang email setiap jam, pembangkit listrik, kualitas 99 persen akan menghasilkan 7 jam tidak ada listrik setiap bulan, dan dalam operasi medis, 99 per kualitas persen berarti 500 salah operasi bedah per minggu.
Six Sigma adalah metodologi perbaikan proses yang berfokus sebuah organisasi pada kebutuhan pelanggan, proses penyelarasan, kekuatan analitis, dan dilaksanakan tepat waktu. Ini adalah metodologi yang sangat disiplin dan praktek yang menyediakan alat-alat yang diperlukan untuk mencapai yang konsisten, hasil kinerja tinggi dari produk dan proses. Dengan meningkatkan kinerja dan penurunan variasi, Six Sigma memungkinkan organisasi untuk membuat keputusan yang berfokus pada pelanggan data-driven yang pada akhirnya menghasilkan pengurangan cacat produk, keuntungan meningkat dan semangat kerja karyawan, dan produk-produk berkualitas tinggi [5].
Enam metodologi Sigma meliputi satu set alat yang telah terbukti untuk mengemudi dan mencapai perubahan transformasional dalam sebuah organisasi. Set alat menyediakan berbagai template untuk mengukur, mengumpulkan, dan meringkas data, serta untuk membuat peta proses. Metodologi dan alat dapat digunakan untuk pemetaan, pengukuran, meningkatkan, dan mengelola proses [5].
Menggunakan skala pengukuran universal, Six Sigma mendefinisikan dan memperkirakan peluang untuk kesalahan dan menghitung cacat dengan cara yang sama setiap kali, sehingga menawarkan alat untuk mengukur perbaikan. Metodologi Six Sigma menggabungkan data ini dan analisis statistik ke dalam alur kerja berbasis proyek yang memungkinkan perusahaan untuk membuat keputusan cerdas tentang di mana dan bagaimana untuk menggabungkan perbaikan.
igma. Banyak perusahaan berorientasi layanan masih sesuai dengan gagasan bahwa Six Sigma terbatas hanya untuk perusahaan manufaktur. Cara terbaik untuk meyakinkan perusahaan berorientasi layanan untuk memulai, mengembangkan dan menerapkan strategi Six Sigma adalah melalui tiga prinsip dasar pemikiran statistik yang dianjurkan oleh Hoerl dan Snee [8]. Ini adalah:
1. semua pekerjaan terjadi dalam suatu sistem  yang saling
prosesberhubungan;2. semua variabilitas proses pameran; dan 3. semua proses membuat data yang menjelaskan variabilitas dan itu adalah tanggung jawab kita untuk memahami sumber-sumber variabilitas dan menyusun strategi yang efektif untuk mengurangi atau menghilangkan variabilitas. Perusahaan berorientasi layanan mengadopsi Six Sigma akan memiliki manfaat sebagai berikut:
• keputusan manajemen yang efektif karena ketergantungan berat pada data dan fakta bukan usus-perasaan dan firasat. Oleh karena itu biaya yang berkaitan dengan pertempuran kebakaran hutan dan upaya pemecahan tanpa metodologi terstruktur atau disiplin masalah salah arah bisa dikurangi secara signifikan.
• Peningkatan pemahaman kebutuhan dan harapan pelanggan, terutama karakteristik kinerja layanan yang kritis-to-kualitas yang akan memiliki dampak terbesar pada kepuasan dan loyalitas pelanggan.
• operasi internal yang efisien dan dapat diandalkan, yang mengarah ke pangsa pasar yang lebih besar dan pemegang saham puas. BPMJ 12,2 236
• Peningkatan pengetahuan di seluruh organisasi pada berbagai alat dan teknik untuk pemecahan masalah, yang menyebabkan kepuasan kerja yang lebih besar bagi karyawan.
• Berkurangnya jumlah non-nilai tambah operasi melalui penghapusan sistematis, yang mengarah ke pengiriman lebih cepat dari layanan.
• Mengurangi variabilitas dalam kinerja pelayanan, yang mengarah ke tingkat yang lebih dapat diprediksi dan konsisten layanan.
• Transformasi budaya organisasi dari yang reaktif ke proaktif berpikir atau pola pikir.
• Peningkatan lintas fungsional kerja sama tim di seluruh organisasi.

4. ITIL Berdasarkan Six Sigma
Six Sigma adalah terbukti metodologi untuk perbaikan proses bahwa organisasi seperti GE dan Motorola menghubungkan banyak keberhasilan mereka dalam beberapa tahun terakhir. Untuk organisasi mengadopsi ITIL praktik terbaik, Six Sigma membawa tiga manfaat penting [14]:
• Menyediakan proses implementasi dan manajemen proyek;
• Ini membantu organisasi TI fokus layanan perbaikan pada daerah yang akan memiliki payback maksimum;
• Ini menyediakan satu set teknik yang dapat digunakan untuk menetapkan peringkat kualitas, mengisolasi masalah dan kemudian melakukan perubahan untuk meningkatkan proses.
Selain itu, Six Sigma terbukti, yang telah sekitar setidaknya 10 tahun. Ini berarti bahwa sudah ada pasokan organisasi keahlian-konsultasi, penyedia layanan pelatihan dan badan independen yang memastikan praktik terbaik [15]. Meskipun Six Sigma dan ITIL sering digunakan secara terpisah, artikel ini bertujuan menggabungkan yang terbaik dari kedua dunia, dengan menggunakan pendekatan proses dari ITIL dan model peningkatan dari Februari 2008Six Sigma dengan tujuan perbaikan proses ITSM. Tujuan dari metodologi adalah untuk transisi dari kondisi saat ini ke keadaan ITIL-kompatibel

5. Mengembangkan metodologi
Kami dieksekusi DMAIC, yang lima fase metodologi perbaikan proses Six Sigma, untuk memenuhi tujuan yang ditetapkan untuk proyek perbaikan ITSM: tahap 1: Tentukan peluang, tahap 2: Mengukur kinerja, tahap 3: Menganalisis faktor mempengaruhi kinerja, tahap 4: Meningkatkan kinerja, dan tahap 5: Kontrol kinerja.
5.1 Tahap 1 - mendefinisikan peluang
The Tentukan fase adalah untuk membuat pemahaman yang jelas tentang ruang lingkup dan tujuan untuk menerbitkan piagam proyek; jadi, semua pemangku kepentingan relevansi telah dipahami. Juga, tujuan organisasi dan ruang lingkup akan ditentukan selama fase ini.
Salah satu faktor kunci keberhasilan Six Sigma adalah bahwa hal itu dimulai dengan pemahaman tentang apa proses layanan penting untuk sebuah organisasi yang berbasis IT dalam mencapai tujuan. Ini disebut penting untuk kualitas (CTQ). Dengan pendekatan terstruktur tersebut dan dengan kejelasan sejauh tujuan fase, tugas, kiriman, dan teknik yang bersangkutan; itu harus segera jelas bahwa metodologi Six Sigma menghasilkan pengembalian terbesar baik secara finansial tetapi juga dari segi visibilitas untuk tim proyek dan nilai ITIL.
Memahami biaya proses pelayanan merupakan indeks penting yang membuat kita untuk mengevaluasi proses berdasarkan dan mencetak proses disebutkan.
Tujuannya adalah untuk menyelaraskan strategi ITSM dengan bisnis, organisasi, dan strategi teknologi. Selain itu, mengidentifikasi masalah dan menentukan tujuan yang terukur dan hasilnya adalah tujuan yang paling penting dari fase ini. Hasil yang diinginkan adalah untuk menetapkan visi definitif, ruang lingkup, dan pendekatan strategis untuk operasi ITSM.
Enam kiriman telah diproduksi dalam tahap Define:
1) Piagam Proyek; 2) rencana pengumpulan data; 3) Analisis pemangku kepentingan; 4) Kritis untuk Kualitas (CTQ) garis; 5) Biaya kualitas yang buruk; 6) Ikhtisar proses ditingkatkan.
5.2 Tahap 2 - ukurankinerja
fase kinerja Mengukurdifokuskan pada distribusi, antologi, dan perbaikan dari ITIL. Perencanaan untuk koleksi pengukuran yang telah dilakukan dalam tahap Measure. Ini mendefinisikan ketidaksempurnaan ITSM, mengevaluasi "sebagaimana adanya" proses, dan membuat penilaian saat-negara dari pelayanan saat ini. Fase ini akan membantu organisasi peringkat penyebab potensial, yang akan
berguna dalam penyelidikan melalui benchmarking kinerja proses saat ini.
Fase ini menciptakan empat kiriman sebagai berikut:
1) kemampuan Proses dan kinerja; 2) masukan Kritis dan membuktikan variabel yang dapat
mempengaruhi kualitas output; 3) cacat Jasa pengiriman; 4) Kritis Faktor Sukses (CTQ) grafik ringkasan.
5.3 Tahap 3 - menganalisis faktor mempengaruhi kinerja
Tahap Measure menghasilkan kinerja dasar dari proses pelayanan. Memang, dalam fase ini data yang dikumpulkan dalam tahap Measure telah diperiksa untuk menghasilkan daftar peringkat sumber-sumber variasi dalam ITSM dan mengidentifikasi akar penyebab masalah.
Delapan kiriman telah dibentuk dalam tahap Analyze:
1) Sebab Akibat Diagram; 2) Frekuensi plot; 3) diagram Affinity; 4) "Seperti" data dan diagram arus informasi; 5) Faktor Sukses Kritis (CTQs) mengacu terhadap ITIL praktek-praktek terbaik untuk mengidentifikasi peluang untuk perbaikan; 6) Analisis regresi; 7) Menyebarkan plot; 8) Treats dan peluang.

5.4 Tahap 4 - meningkatkan kinerja

Tujuan meningkatkan fase kinerja adalah untuk mengidentifikasi pilihan untuk solusi yang dapat berguna untuk masalah yang diidentifikasi selama tahap analisis. Jadi, kebijakan alternatif bisa pangkat dan pilih untuk perbaikan. Rekomendasi dan implementasi solusi, oleh karena itu, tujuan yang paling penting dari fase ini.

Dalam fase ini lima kiriman telah diproduksi:

1) "Untuk menjadi" data dan diagram arus informasi; 2) Desain eksperimen; 3) Penilaian Risiko; 4) Peringkat solusi; 5) perencanaan Peningkatan.

5.5 Tahap 5 - kinerja kontrol
Bahkan jika, masalah telah dinilai dan perbaikan diletakkan di tempat, menempatkan solusi di tempat dapat memperbaiki masalah untuk saat ini, tetapi bekerja di fase 5 ini dirancang untuk memastikan masalah tetap tetap. Juga, pengetahuan yang diperoleh dalam proyek perbaikan dapat dipublikasikan di daerah lain untuk membantu mempercepat perbaikan layanan pengiriman [14]. Mempertahankan peningkatan dan prediksi perilaku proses adalah tujuan dari fase kinerja kontrol.
Tujuh kiriman akan diperoleh:
1) Pengendalian grafik
2) Kontrol kualitas proses grafik
3) Standardisasi
4) metrik Proses didefinisikan
5) solusi penuh dilaksanakan
6) Pengendalian / Rencana Tanggap dilaksanakan
7) aksi mitigasi risiko lengkap.

6. Kesimpulan 
Six Sigma adalah proses seperti yang membawa manfaat tambahan untuk organisasi ITIL dan bantuan untuk mengadopsi praktik terbaik untuk pelayanan oleh kualitas proses yang memastikan keberhasilannya. Secara khusus, orientasi bisnis akan memastikan bahwa peningkatan pelayanan kegiatan difokuskan pada berurusan layanan-layanan yang berdampak pelanggan. Akibatnya, dampak yang ITIL memiliki bisnis secara keseluruhan akan lebih besar. Pada pandangan pertama, ITIL dan Six Sigma tampak saling eksklusif. Namun, karena jurnal ini membahas, dua pendekatan ini sangat melengkapi dan dapat digunakan dalam kombinasi efektif untuk terus meningkatkan proses bisnis. Proses optimasi, perbaikan terus-menerus, mengukur kualitas layanan dan proses perbaikan, dan memaksimalkan pengembalian dari organisasi TI dengan mencari pelayanan terbaik adalah yang paling penting untuk menggabungkan Six Sigma dan ITIL dalam jurnal ini.


Link : http://paper.ijcsns.org/07_book/200803/20080321.pdf





Rabu, 11 Januari 2017

trend SI dalam kesehatan dan media

1. Trend SI dalam bidang kesehatan
·        Perkembangan, peranan dan manfaat computer di bidang kedokteran
Dalam bidang kesehatan, komputer sangat berperan penting. Penggunaan komputer dalam bidang kesehatan tidak hanya akan dirasakan manfaatnya oleh para penggunanya, tetapi juga oleh organisasi tersebut, dalam hal ini misalnya rumah sakit, puskesmas, klinik, dan lain sebagainya. Perangkat ini secara tidak langsung dapat menolong jiwa manusia.
Komputer dapat digunakan mulai dari penyimpanan dan pengolahan data administrasi suatu rumah sakit atau klinik, hingga melakukan riset bidang kedokteran, mendiagnosis penyakit, menemukan obat yang tepat, serta menganalisis organ tubuh manusia bagian dalam yang sulit dilihat.
Peranan komputer dalam bidang kesehatan sangat banyak dan penting. Sebagai contoh dalam bidang kesehatan peranan – peranan tersebut antara lain :
·  Bidang administrasi
Dengan adanya komputer di dalam dunia administrasi sangat membantu di dalam penyimpanan, pengelompokan, dan pengolahan data. Tanpa komputer, akan sangat sulit sekali untuk memeriksa banyaknya data – data pasien, stok obat, dan data – data lainnya yang dimiliki oleh rumah sakit. Namun dengan adanya komputer, memeriksa data – data pasien, stok obat dan juga data keuangan rumah sakit akan mudah dan praktis untuk dilakukan. Dengan adanya penggunaan komputer dan sistem – sistem yang canggih di dalamnya sangat mempermudah jalannya suatu sistem di rumah sakit tersebut.
    ·     Bidang farmasi
Dalam bidang obat – obatan komputer juga berperan sangat penting dalam farmasi, misalnya untuk merecord resep dan dosis, serta menyimpan data harga obat – obatan tersebut. Selain itu, dengan adanya komputer dalam bidang farmasi juga membantu untuk mengelompokkan macam-macam obat berdasarkan kegunaannya, misalnya Panadol, Feminax, Ponstan adalah obat penahan rasa sakit.
·     Mendiagnosa suatu penyakit
Dengan adanya komputer DNA yang sudah di rancang khusus di dalam bidang kesehatan mendiagnosa suatu penyakit bukan hal yang sulit lagi, karena dengan menggunakan komputer akan lebih cepat, mudah dan akurat untuk mengetahui nama dan jenis suatu penyakit.
·     Memonitoring status pasien
Pasien yang sudah pernah datang atau baru pertama kali berobat akan dengan mudah dilacak. Data – data personal pasien juga dengan mudah dilihat. Selain itu, dokter ataupun perawat dapat melihat rekaman hasil periksa, keluhan dan riwayat penyakit sebelumnya yang pernah diderita oleh si pasien, tanggal kedatangan pasien terakhir kali berobat, record resep yang pernah diberikan, dan masih banyak lagi.
·     Penelitian
Penelitian ilmiah yang sering dilakukan dalam bidang kesehatan sangatlah bergantung pada penggunaan komputer. Penggunaan komputer dapat memaksimalkan hasil penelitian, karena dengan adanya komputer penelitian itu dapat di telusuri lebih dalam dan lebih detail. Misalnya penelitian untuk mendeteksi bakteri atau virus baru, pendeteksian DNA, dan lain sebagainya.
·     Melihat dan menganalisa organ – organ tubuh bagian dalam manusia
Untuk dapat melihat organ tubuh bagian dalam manusia telah ditemukan begitu banyak alat canggih, namun hampir seluruh alat tersebut masih bergantung pada perangkat komputer sebagai sarana untuk penyaluran data ataupun gambarnya. Oleh karenanya, komputer memiliki peranan yang vital juga dalam melihat dan menganalisa organ – organ tubuh manusia tersebut.
  
Contoh penggunaan sistem komputer untuk menganalisa organ – organ tubuh :
1.     System Computerized Axial Tomography (CAT) berguna untuk menggambar struktur otak dan mengambil gambar seluruh organ tubuh yang tidak bergerak dengan menggunakan sinar-X.
2.     System Dynamic Spatial Reconstructor (DSR) berguna untuk melihat gambar dari berbagai sudut organ tubuh secara bergerak.
3.     SPECT (Single Photon Emission Computer Tomography) merupakan sistem komputer yang mempergunakan gas radiokatif untuk mendeteksi partikel-partikel tubuh yang ditampilkan dalam bentuk gambar.
4.     PET (Position Emission Tomography) merupakan sistem komputer yang menampilkan gambar yang mempergunakan isotop radioaktif.
5.     NMR (Nuclear Magnetic Resonance) yaitu teknik mendiagnosa dengan cara memagnetikkan nucleus (pusat atom) dari atom hydrogen.
6.     USG (Ultra Sonography) adalah suatu alat dalam dunia kedokteran yang memanfaatkan gelombang ultrasonik, yaitu gelombang suara yang memiliki frekuensi yang tinggi (250 kHz – 2000 kHz) yang kemudian hasilnya ditampilkan dalam layar monitor berupa gambar dua dimensi atau tiga dimensi.
7.     Helical CT-SCAN adalah alat untuk pemeriksaan organ tubuh secara komputerisasi, dengan potongan tranversal, coronal dan sagital, paling kecil jarak antara potongan 3 mm.
8.     Magnetic Resonance Imaging ( M R I ) adalah alat untuk pemeriksaan organ tubuh secara komputerisasi, dengan potongan tranversal, coronal dan sagita.

MANFAAT PENERAPAN KOMPUTER DALAM BIDANG KESEHATAN
Seperti yang telah dijabarkan di atas, peranan dan aplikasi komputer dalam bidang kesehatan sangatlah banyak. Komputer secara tidak langsung telah membantu manusia untuk mengetahui penyakit yang dideritanya hingga sampai pada tahap penyembuhan.
Sebagai kesimpulannya, manfaat dari penerapan komputer dalam bidang kesehatan di tiap-tiap aplikasinya antara lain sebagai berikut :
1.     Mendiagnosa suatu penyakit dan menentukan obat yang cocok
2.     Melihat dan menganalisa organ – organ tubuh bagian dalam manusia
3.     Memonitoring status pasien, merecord data pribadi pasien dan riwayat penyakit pasien
4.     Melakukan penelitian ilmiah yang diperlukan
5.     Memasukkan, menyimpan, menggelompokkan dan mengolah data – data secara cepat dan mudah
6.     Mendeteksi DNA seseorang
7.     Mengecek dan mengethaui hasil tes darah di laboratorium
8.     Sebagai alat Bantu dalam pemeriksaan medis
Intinya, dengan adanya komputer dalam bidang kesehatan sangatlah membantu. Kegiatan – kegiatan yang tadinya belum bisa dilakukan, saat ini sudah dapat dilakukan dengan komputer. Penggunaan komputer membuat pekerjaan seseorang menjadi lebih mudah, cepat dan akurat.

·        Pengertian Sistem E-Health

E-Health atau Electronic Health adalah penggunaan teknologi informasi dan komunikasi termasuk pula elektronika, telekomunikasi, computer dan informatika untuk memproses berbagai jenis informasi kedokteran, guna melaksanakan pelayanan klinis (diagnose atau terapi), adaministrasi serta pendidikan. Dalam E-health factor jarak tidak dipersoalkan karena semua kegiatannya di lakukan melalui koneksi data dan secara realtime.

·        Diagram system E-Health
Secara sederhana sistem E-Health terdiri atas sejumlah “Stasiun Medis” yang satu sama lain dihubungkan dalam suatu jaringan (Network). Suatu stasiun medis sendiri dapat terdiri atas :
1.     Komputer dengan perangkat lunak di dalamnya
2.     Sebuah perangkat antar-muka pasien
3.     Sejumlah instrument biomedika (tergantung keperluan)
4.     Sebuah perangkat antar-muka pengguna (berikut alat input output yang digunakan)
5.     Jaringan dan perangkat telekomunikasi yang tersedia.
Pada dasarnya setiap stasiun medis dapat berhubungan dengan stasiun medis lainnya secara

1.     Real-time (secara sinkron), contohnya saat telekonsultasi antara dokter umum dan dokter spesialis mengenai kasus darurat seorang pasien.
2.     Store and forward, pengiriman informasi dan pembacaannya tidak pada saat yang sama, contohnya dalam penyampaian singkat jumlah rekapitulasi jumlah pasien di suatu puskesmas selama sebulan beserta informasi penting secara singkat.

·         Manfaat E-Health
Sistem E-Health ini begitu bermanfaat bagi dunia kesehatan dan kedokteran saat ini, dikarenakan untuk mengimbangi tingginya aktivitas dan penyampaian informasi secara detail dan cepat memang memerlukan penerapan suatu teknologi berbasis komputerisasi, berikut manfaat lain dari penerapan sistem E-Health dalam dunia kedokteran :
1.     Peningkatan efisiensi atau penurunan biaya.
2.     Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.
3.     Pembuktian diagnose melalui evaluasi ilmiah
4.     Pemberdayaan pasien dan konsumen
5.     Mendorong terjadinya hubungan yang lebih baik antara pasien dan tenaga kesehatan
6.     Pendidikan bagi tenaga kesehatan dan masyarakat
7.     Mendorong tumbuhnya komunikasi dan pertukaran informasi antar lembaga pelayanan kesehatan
8.     Perluasan ruang lingkup pelayanan kesehatan.

·       Contoh Penerapan E-health
Sistem Resep Elektronik
Merupakan sistem komputerisasi penulisan resep obat yang juga dikenal dengan E-Prescription, dimana pada sistem ini dokter menuliskan dan mengirimkan resep kepada bagian farmasi/apotek menggunakan media elektronik menggantikan tulisan tangan dan penggunaan media kertas.
Sistem ini dibuat untuk menghindari terjadinya ROM (Reaksi Obat Merugikan) yang biasa disebabkan oleh adanya kesalahan pemakaian obat selama dalam penanganan tenaga kesehatan, yang sebenarnya hal ini dapat dicegah apabila dilakukan dengan lebih teliti dan hati-hati.
Kesalahan tersebut dapat dibagi dalam 4 fase :
1.     Fase penulisan resep
2.     Fase pembacaan resep
3.     Fase penyiapan hingga penyerahan resep oleh petugas apotek
4.     Fase penggunaan obat oleh pasien

Cara Kerja Sistem Resep Elektronik
                                   
Resep elektronik ini terdiri atas perangkat keras dan perangkat lunak, perangkat keras yang digunakan adalah computer dan perangkat lunak yang digunakan adalah perangkat lunak resep elektronik dengan modul pendeteksi ROM (Reaksi Obat Merugikan).

Satu computer digunakan sebagai server (pusat data). Server tersebut dihubungkan dengan computer-komputer lainnya menggunakan hub pada LAN (Local Area Network). Perangkat lunak hanya di instalasi di computer server saja dan sistem ini dapat digunakan pada satu, dua atau banyak computer.
Perangkat lunak pada sistem resep elektronik pendeteksi ROM ini secara sederhana mempunyai fungsi sebagai berikut  :

1.     Mencatat semua data pasien yang dapat dengan mudah dicari kembali
2.     Menulis resep elektronik tanpa kertas dan dapat langsung dikirim ke apotek, sehingga pasien dapat langsung pergi ke apotek untuk ambil obat.
3.     Membantu bapak ibu dokter dalam menulis resep dengan memberikan informasi mengenai obat yang akan diresepkan dan mendeteksi apabila ada interaksi antara obat-obata tersebut dalam resep dengan memberi peringatan sebelum obat dikirimkan ke apotek.
4.     Mencatat data penggunaan obat
5.     Membuat laporan dengan lebih cepat dan mudah
Dengan adanya sistem seperti ini sebenarnya akan sangat memudahkan seorang dokter dalam bekerja dan menghindari terjadinya kesalahan dalam pemberian suatu resep yang dapat menimbulkan kerugian pada pasien, sehingga dapat meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan kesehatan.
·       BioInformatika
Bioinformatika, sesuai dengan asal katanya yaitu “bio” dan “informatika”, adalah gabungan antara ilmu biologi dan ilmu teknik informasi (TI). Pada umumnya, Bioinformatika didefenisikan sebagai aplikasi dari alat komputasi dan analisa untuk menangkap dan menginterpretasikan data-data biologi. Ilmu ini merupakan ilmu baru yang yang merangkup berbagai disiplin ilmu termasuk ilmu komputer, matematika dan fisika, biologi, dan ilmu kedokteran, dimana kesemuanya saling menunjang dan saling bermanfaat satu sama lainnya.
Istilah bioinformatics mulai dikemukakan pada pertengahan era 1980-an untuk mengacu pada penerapan komputer dalam biologi. Namun demikian, penerapan bidang-bidang dalam bioinformatika (seperti pembuatan basis data dan pengembangan algoritma untuk analisis sekuens biologis) sudah dilakukan sejak tahun 1960-an.
Ilmu bioinformatika lahir atas insiatif para ahli ilmu komputer berdasarkan artificial intelligence. Mereka berpikir bahwa semua gejala yang ada di alam ini bisa diuat secara artificial melalui simulasi dari gejala-gejala tersebut. Untuk mewujudkan hal ini diperlukan data-data yang yang menjadi kunci penentu tindak-tanduk gejala alam tersebut, yaitu gen yang meliputi DNA atau RNA. Bioinformatika ini penting untuk manajemen data-data dari dunia biologi dan kedokteran modern. Perangkat utama Bioinformatika adalah program software dan didukung oleh kesediaan internet
Perkembangan teknologi DNA rekombinan memainkan peranan penting dalam lahirnya bioinformatika. Teknologi DNA rekombinan memunculkan suatu pengetahuan baru dalam rekayasa genetika organisme yang dikenala bioteknologi. Perkembangan bioteknologi dari bioteknologi tradisional ke bioteknologi modren salah satunya ditandainya dengan kemampuan manusia dalam melakukan analisis DNA organisme, sekuensing DNA dan manipulasi DNA.
Sekuensing DNA satu organisme, misalnya suatu virus memiliki kurang lebih 5.000 nukleotida atau molekul DNA atau sekitar 11 gen, yang telah berhasil dibaca secara menyeluruh pada tahun 1977. Kemudia Sekuen seluruh DNA manusia terdiri dari 3 milyar nukleotida yang menyusun 100.000 gen dapat dipetakan dalam waktu 3 tahun, walaupun semua ini belum terlalu lengkap. Saat ini terdapat milyaran data nukleotida yang tersimpan dalam database DNA, GenBank di AS yang didirikan tahun 1982. Bioinformatika (bahasa Inggris: bioinformatics) adalah ilmu yang mempelajari penerapan teknik komputasional untuk mengelola dan menganalisis informasi biologis. Bidang ini mencakup penerapan metode-metode matematika, statistika, dan informatika untuk memecahkan masalah-masalah biologis, terutama dengan menggunakan sekuens DNA dan asam amino serta informasi yang berkaitan dengannya. Contoh topik utama bidang ini meliputi basis data untuk mengelola informasi biologis, penyejajaran sekuens (sequence alignment), prediksi struktur untuk meramalkan bentuk struktur protein maupun struktur sekunder RNA, analisis filogenetik, dan analisis ekspresi gen.
Bioinformatika ialah ilmu yang mempelajari penerapan teknik komputasi untuk mengelola dan menganalisis informasi hayati. Bidang ini mencakup penerapan metode-metode matematika, statistika, dan informatika untuk memecahkan masalah-masalah biologi, terutama yang terkait dengan penggunaan sekuens DNAdan asam amino. Contoh topik utama bidang ini meliputi pangkalan data untuk mengelola informasi hayati, penyejajaran sekuens (sequence alignment), prediksi struktur untuk meramalkan struktur protein atau pun struktur sekunder RNA, analisis filogenetik, dan analisis ekspresi gen.
Bioinformatika pertama kali dikemukakan pada pertengahan 1980an untuk mengacu kepada penerapan ilmu komputer dalam bidang biologi. Meskipun demikian, penerapan bidang-bidang dalam bioinformatika seperti pembuatan pangkalan data dan pengembangan algoritma untuk analisis sekuens biologi telah dilakukan sejak tahun 1960an.
Kemajuan teknik biologi molekuler dalam mengungkap sekuens biologi protein (sejak awal 1950an) dan asam nukleat (sejak 1960an) mengawali perkembangan pangkalan data dan teknik analisis sekuens biologi. Pangkalan data sekuens protein mulai dikembangkan pada tahun 1960an di Amerika Serikat, sementara pangkalan data sekuens DNA dikembangkan pada akhir 1970an di Amerika Serikat dan Jerman pada Laboratorium Biologi Molekuler Eropa (European Molecular Biology Laboratory).
Penemuan teknik sekuensing DNA yang lebih cepat pada pertengahan 1970an menjadi landasan terjadinya ledakan jumlah sekuens DNA yang dapat diungkapkan pada 1980an dan 1990an. Hal ini menjadi salah satu pembuka jalan bagi proyek-proyek pengungkapan genom, yang meningkatkan kebutuhan akan pengelolaan dan analisis sekuens, dan pada akhirnya menyebabkan lahirnya bioinformatika.
Perkembangan jaringan internet juga mendukung berkembangnya bioinformatika. Pangkalan data bioinformatika yang terhubungkan melalui internet memudahkan ilmuwan dalam mengumpulkan hasil sekuensing ke dalam pangkalan data tersebut serta memperoleh sekuens biologi sebagai bahan analisis. Selain itu, penyebaranprogram-program aplikasi bioinformatika melalui internet memudahkan ilmuwan dalam mengakses program-program tersebut dan kemudian memudahkan pengembangannya.

2. Trend SI dalam bidang Media/New Media
·       Manfaat Media

a) Meningkatnya kualitas komunikasi diberbagai bidang melalui penguasaan dan penerapan teknologi informasi dan komunikasi guna memperkuat daya saing antar daerah maupun antar negara menghadapi tantangan global.
b) Berkembangnya media informasi dan komunikasi dilingkungan masyarakat secara mandiri.

c) Meningkatnya efisiensi dan efektivitas kegiatan informasi pembangunan.
d) Terbentuknya citra Pemerintah Daerah yang bersih dan beribawa melalui penyampaian informasi kebiajakan Gubernur Kalimantan Tengah tentang penegakan disiplin dan pemberantasan KKN dikalangan aparatur pemerintah.

·       Tantangan New Media
“People are afraid of and resist new media.”(Wartella & Reeves 1983)
Kira-kira itulah yang dipikirkan sebagian orang ketika mendengar new media. Di mana sebagian orang mungkin akan takut akan keberadaan media baru sementara sisanya akan bertahan. New media sendiri lahir dari istilah”konvergensi”.
Konvergensi diartikan sebagai cara menyajikan konten berita melalui platform media yang beragam dalam satu kesatuan (usaha) maupun komando (cara kerja di News Room), menghadirkan konten yang beragam kepada khalayak yang beragam pula sesuai minat dan media yang digunakan (elektronik, online, mobile).
Maka tidak mengherankan jika saat ini komputer dapat difungsikan sebagai pesawat televisi, atau telepon genggam dapat menerima suara, tulisan, data maupun gambar tiga dimensi (3G). Dalam dunia penyiaran, digitalisasi memungkinkan siaran televisi memiliki layanan program seperti layaknya internet. Cukup dengan satu perangkat, seseorang sudah dapat mengakses surat kabar, menikmati hiburan televisi, mendengar radio, mencari informasi sesuai selera, dan bahkan menelpon sekalipun.
Konvergensi sendiri dianggap jalan keluar jika kita bicara media print, media elektronik, maupun media online. Orang menganggap dengan mengkonvergensi beberapa bentuk media, maka tugas mereka dalam menciptakan media baru bisa dinyatakan selesai.
Menurut Preston, 2001, Berkembangnya teknologi komunikasi dan informasi (information and communication technology / ICT) selama dekade terakhir membawa tren baru di dunia industri komunikasi yakni hadirnya beragam media yang menggabungkan teknologi komunikasi baru dan teknologi komunikasi massa tradisional. Pada dataran praktis maupun teoritis, fenomena yang sering disebut sebagai konvergensi media ini memunculkan beberapa konsekuensi penting. Di ranah praktis, konvergensi media bukan saja memperkaya informasi yang disajikan, melainkan juga memberi pilihan kepada khalayak untuk memilih informasi yang sesuai dengan selera mereka. Tidak kalah serius, konvergensi media memberikan kesempatan baru yang radikal dalam penanganan, penyediaan, distribusi dan pemrosesan seluruh bentuk informasi baik yang bersifat visual, audio, data dan sebagainya.

Keuntungan dan Konsekuensi
Dalam konteks besar, sebenarnya konvergensi media bukan hanya mempengaruhi pertumbuhan teknologi yang makin cepat, tetapi juga mengubah hubungan anatar industri, pasar, gaya hidup, dan konsumsi yang apabila ditarik garis panjangnya maka akan mengarah pada bidang ekonomi, politik, pendidikan, dan kebudayaan.
Sekarang makin terasa sedikit banyak terdapat penurunan yang signifikan terhadap pelanggan media print. Sejumlah ahli memprediksi media tradisional(media print) hanya dapat bertahan kurang dari 50 tahun lagi. Hal ini disebabkan masyarakat akan meninggalkana media tradisional(media print) dan beralih pada new media(media online).
Secara tidak sadar konvergensi media memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memperluas pilihan akses media sesuai dengan selera mereka. Namun dari sisi ekonomia, media konvergensi memberikan peluang profesi baru di industeri komunikasi. Konvergensi media menyediakan kesempatan baru yang radikal dalam penanganan, penyediaan, distribusi dan pemrosesan seluruh bentuk informasi secara visual, audio, data dan sebagainya (Preston, 2001: 27).
Pendidikan pun ditilik menjadi suatu hal dasar yang dibutuhkan seseorang untuk berkembang dalam industeri ini. Sumber daya yang berkemampuan tinggi dibutuhkan untuk bekerja dalam new media. Pendidikan yang berujung pada kurikulum yang merangkum berbagai aspek ICT.
Namun di sisi lain, perlu diakui new media menjadi sesuatu yang mampu menarik perhatian masyarakat. Karena masyarakat hanya tinggal mencari informasi yang diinginkan dengan bantuan internet, seketika itu pula informasi muncul..
Sisi positif yang diperoleh khalayak memang bisa terlihat jelas, namun kekurangannya juga tidak kalah mendebarkan, dalam media online kekurangan yang terlihat ialah wartawan juga harus mengupayakan meng update berita-berita di lapangan dan memangkas tugas editor yang berfungsi untuk menyaring berita-berita yang masuk. Keberadaan konvergensi media menjadikan sebuah kompetisi baru muncul sehingga keakuratan berita menjadi bias.
Berbeda dengan media konvensional yang lebih ruwet. Pada dasarnya konvergensi media yang hadir menciptakan jurang yang besar antara media lama dengan media baru. Media lama cenderung menampilkan informasi secara general bagi masyarakat, namun dengan kehadiran konvergensi media dalam bentuk media online tiap orang tak perlu menyerap semua inforamsi yang ditawarkan mereka tinggal memilih informasi apa yang mereka butuhkan. Namun, dengan berkurangnya penyaringan berita meningkatkan resiko bias nya keakuratan informasi bagi para khalayak selaku pengguna new media akibat konvergensi media. Di mana kepentingan-kepentingan tertentu mungkin memainkan peran dari informasi yang ditawarkan lepas dari pengawasan editor.

Regulasi Konvergensi
Disinilah regulasi berperan untuk menjaga kepentingan masyarakat dari kepentingan-kepentingan tertentu. Tujuannya yaitu untuk meminimalisir masyarakat yang memiliki potensi besar untuk menjadi korban konvergensi media, khususnya generasi muda yang dianggap memiliki akses terhadap media konvergen dan rancunya batasan seberapa jauh isi media konvergen dianggap melanggar norma yang berlaku..
Namun, yang menarik ialah bahwa teknologi selalu mendahului regulasi. Bagaimana caranya mengontrol semua ini? Yang dianggap paling berwenang ialah negar akarena negara dianggap penyeimabng antara pasar dan masyarakat. Di sisi lain negara mempunyai wewenang untuk menjaga efektifnya sebuah regulasi.
Secara ideal hubungan antara negara, pasar, dan masyarakat seharusnya berjalan seimbang. Jangan sampai salah satu pihak mendominasi dan masyarakat hanya bisa menerima informasi apa yang diberikan media.

·        Elemen Media
1.     Komunikator
Komunikator di sini meliputi jaringan, stasiun lokal, direktur, dan staf teknis yang berkaitan dengan sebuah acara televisi. Jadi, komunikator merupakan gabungan dari berbagai individu dalam sebuah lembaga media massa. Dalam sebuah media cetak yang namanya komunikator antara lain reporter, copyeditor, fotografer, dan yang lain yang sedikit banyak ikut menentukan proses penyiaran. Individu bisa menjadi kekuatan dominan, tetapi tim khusus, sejumlah staf ahli merupakan komunikator dalam komunikasi massa.
Dengan demikian, komunikator dalam media massa bukan individu, tetapi sekumpulan orang yang bekerja sama satu sama lain. Ada beberapa karakteristik yang dimiliki oleh komunikator dalam komunikasi massa. Hiebert, Ungurait, dan Bohn (HUB) pernah mengemukakan setidak-tidaknya lima karakteristik:
1.     Daya saing (competitiveness),
2.     Ukuran dan kompleksitas (size and complexity),
3.     Industrialisasi (industrialization),
4.     Spesalisasi (specialization),
5.     Perwakilan (representation).

2.     Isi
Masing-masing media massa mempunyai kebijakan sendiri-sendiri dalam pengelolaan isinya. Sebab, masing-masing media melayani masyarakat yang beragam juga menyangkut individu atau kelompok sosial. Bagi Ray Eldon Hiebert dkk (1985) isi media setidak-tidaknya bisa dibagi ke dalam lima kategori yakni:
1.     Berita dan informasi,
2.     Analisis dan interpretasi,
3.     Pendidikan dan sosialisasi,
4.     Hubungan masyarakat dan persuasi,
5.     Iklan dan bentuk penjualan lain,
6.     Hiburan. 

3.     Audience
Audience yang dimaksud dalam komunikasi massa sangat beragam, dari jutaan penonton televisi, ribuan pembaca buku, majalah, koran atau jurnal ilmiah. Masing-masing audience  berbeda satu sama lain di antaranya dalam hal berpakaian, berpikir, menanggapi pesan yang diterimanya, pengalaman, dan orientasi hidupnya. Akan tetapi, masing-masing individu bisa saling mereaksi pesan yang diterimanya.
Menurut Hiebert dan kawan-kawan, audience dalam komunikasi massa setidak-tidaknya mempunyai lima karakteristik sebagai berikut:

1.     Audience cenderung berisi individu-individu yang condong untuk berbagi pengalaman dan dipengaruhi oleh hubungan sosial di antara mereka. Individu-individu tersebut memilih produk media yang mereka gunakan berdasarkan seleksi kesadaran.
2.     Audience cenderung besar. Besar disini berarti tersebar ke berbagai wilayah jangkauan sasaran komunikasi massa.
3.     Audience cenderung heterogen. Mereka berasal dari berbagai lapisan dan kategori sosial. Beberapa media tertentu mempunyai sasaran, tetapi heterogenitasnya juga tetap ada.
4.     Audience cenderung anonim, yakni tidak mengenal satu sama lain.
5.     Audience secara fisik dipisahkan dari komunikator.

4.     Umpan Balik
Ada dua umpan balik (feedback) dalam komunikasi, yakni umpan balik langsung (immediated feedback) dan tidak langsung (delayed feedback). Umpan balik langsung terjadi jika komunikator dan komunikan berhadapan langsung atau ada kemungkinan bisa berbicara langsung. Umpan balik secara tidak langsung, misalnya bisa ditunjukkan dalam letter to the editor/surat pembaca/pembaca menulis.
Umpan balik merupakan bahan yang direfleksikan kepada sumber/komunikan stelah dipertimbangkan dalam waktu tertentu sebelum dikirimkan. Jadi, komunikan memberikan reaksi kepada komunikator dalam jangka waktu tertentu dan tidak langsung seperti dalam komunikasi tatap muka. Bahkan bisa dikatakan, umpan balik tidak langsung merupakan ciri asli yang dimiliki komunikasi massa.

5.     Gangguan
A. Gangguan Saluran
Gangguan dalam saluran komunikasi massa biasanya selalu ada. Di dalam media gangguan berupa sesuatu hal, seperti kesalahan cetak, kata yang hilang, atau paragraf yang dihilangkan dari surat kabar. Gangguan juga bisa disebabkan oleh faktor luar. Misalnya, sepanjang menonton acara televisi atau membaca koran ada dua pasang anak-anak yang sedang berkelahi. Instrupsi orang lain ketika kita membaca majalah juga termasuk gangguan.
Salah satu solusi untuk mengatasi adanya gangguan terhadap saluran (misalnya) adalah pengulangan cara yang disajikan. Cara lain untuk mengatasi gangguan adalah dengan mempertajam saluran komunikasi massa. Misalnya, menghindari munculnya gangguan gelombang pada radio dengan meningkatkan kulitas teknologi yang digunakannya, memperpanjang daya hidup baterai, mengoreksi secara detail kesalahan cetak paragraf pada surat kabar sebelum dicetak atau membersihkan kotoran pada layar televisi.

b.      Gangguan Semantik
Semantik bisa diartikan sebagai ilmu bahasa yang mempelajari tentang tata kalimat. Oleh karena itu, gangguan semantik berarti gangguan yang berhubungan dengan bahasa. Gangguan semantik lebih rumit, kompleks, dan sering kali muncul. Bisa dikatakan, gangguan semantik adalah gangguan dalam proses komunikasi yang diakibatkan oleh pengirim atau penerima pesan itu sendiri.
Di dalam komunikasi antarpersona, kita telah mengetahui gangguan semantik seperti kendala bahasa, perbedaan pendidikan, status sosial ekonomi, tempat tinggal, jabatan, umur, pengalaman, dan minat. Hambatan semantik dalam komunikasi massa berbeda, baik secara kuantitatif maupun kualitatif dari hambatan yang terjadi pada komunikasi antar pesona.

6.     Gatekeeper
Istilah gatekeeper ini pertama kali dikenalkan oleh Kurt Lewin dalam bukunya Human Relations (1947), seorang ahli psikologi dari Australia pada tahun 1947. Kata tersebut merupakan sebuah istilah yang berasal dari lapangan sosiologi, tetapi kemudian digunakan dalam lapangan penelitian komunikasi massa.
Di dalam komunikasi massa dengan salah satu elemennya adalah informasi, mereka yang bertugas untuk memengaruhi informasi itu (dalam media massa) bisa disebut dengan gatekeeper. Hal itu juga bisa dikatakan, gatekeeper lah yang memberi izin bagi tersebarnya sebuah berita.
Secara umum, peran gatekeeper sering dihubungkan dengan berita, khususnya surat kabar. Editor sering melaksanakan fungsi sebagai gatekeeper ini. Mereka menentukan apa yang dibutuhkan khalayak atau sedikitnya menyediakan bahan bacaan untuk pembacanya. Seorang gatekeeper bisa juga seorang produser film yang mengedit gambar dari gambar aslinya, menyensor, dan sekaligus mana bagian yang tidak sesuai.

7.     Pengatur
Yang dimaksud pengatur dalam media massa adalah mereka yang secara tidak langsung ikut memengaruhi proses aliran pesan media massa. Pengatur ini tidak berasal dari dalam media tersebut, tetapi diluar media. Namun demikian, meskipun diluar media massa, kelompok itu bisa ikut menentukan kebijakan redaksional. Pengatur tersebut antar lain pengadilan, pemerintah, konsumen, organisasi professional, dan sekelompok penekan, termasuk narasumber, dan pengiklanan. Semua itu berfungsi sebagai pengatur.
Pengatur bukanlah gatekeeper. Wilayah gatekeeper di dalam memengaruhi secara langsung kebijakan media. Sementara itu, pengatur itu di luar media biasanya masyarakat atau pemerintah, tetapi secara tidak langsung ikut memengaruhi kebijakan media.

8.     Filter
Filter adalah kerangka pikir melalui mana audience menerima pesan. Filter ibarat sebuah bingkai kacamat tempat audience bisa melihat dunia. Hal ini berarti dunia riil yang diterima dalam memori sangat tergantung dari bingkai tersebut. Ada beberapa filter, antara lain fisik, psikologi, budaya, dan yang berkaitan dengan informasi.
Filter dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:
1.     Filter psikologi,
2.     Filter fisik,
3.     Filter budaya (warisan budaya, pendidikan, pengalaman kerja, sejarah politik.
Semua filter tersebut akan memengaruhi kuantitas atau kualitas pesan yang diterima dan respons yang dihasilkan. Sementara itu, audience memiliki perbedaan filter satu sama lain (Hiebert, Ungurait, dan Bohn 1985).  
    ·       Contoh Kasus CEO
CEO Target, Gregg Steinhafel, mengundurkan diri dari jabatannya setelah perusahaannya mengalami kebocoran puluhan juta data konsumen pada Desember 2013 lalu. Pengunduran diri Gregg Steinhafel diumumkan pada situs resmi Target, pada Senin, (05/052014). Situs tersebut menyatakan bahwa setelah pertemuan dengan petinggi perusahaan tersebut, Gregg Steinhafel akhirnya memutuskan untuk  mengundurkan diri dari jabatannya sebagai CEO dan presiden perusahaan tersebut.
“Hari ini kita mengumumkan bahwa, setelah pertemuan lanjutan, dewan dan Gregg Steinhafel memutuskan ini saat yang tepat untuk memutuskan kepemimpinan yang baru Target. Secepatnya Gregg akan turun dari posisinya sebagai pemimpin dewan direksi, presiden dan CEO” bunyi situs tersebut.
Situs ini juga kemudian menjelaskan pengganti Gregg sebagai CEO dan presiden Target adalah John Mulligan, yang sebelumnya menjabat sebagai Chief Financial Officer. Untuk jabatan pimpinan dewan direksi Target akan dijabat oleh mantan anggota Dewan Direksi Target, Roxanne S. Austin.
Gregg Steinhafel sendiri telah mengabdi pada perusahaan ini selama 35 tahun. Gregg telah menjabat sebagai presiden perusahaan ini sejak tahun 1999 dan diangkat menjadi CEO sejak tahun 2008.
Pengunduran diri Gregg sebenarnya sudah dapat diprediksi sebelumnya, setelah pada kepemimpinan Gregg, Target mengalami kebocoran data sekitar puluhan juta konsumennya. Data yang meliputi nama, alamat, dan bahkan informasi mengenai kartu kredit konsumen Target. Target menuai banyak kritikan karena insiden tersebut.
Para ahli sekuriti mengkritik Target karena pembobolan data tersebut, karena menurut mereka Target sebenarnya dapat melindungi data tersebut sebelum insiden tersebut terjadi. Modus yang digunakan oleh hacker saat menjebol data konsumen adalah dengan memanfaatkan layanan “Target’s Point of Sale Terminals”. Pembobolan tersebut dilakukan oleh para hacker pada saat musim belanja, dan sekitar 70 juta data kembali dicuri pada bulan Januari. Sejak saat itu, Target mencoba memperkuat sistem keamanan yang berbasis chip yang digunakan untuk kartu kredit dan kartu debit.
Pengunduran diri Gregg Steinhafel secara kebetulan bertepatan dengan bergabungnya Bob De Rodes sebagai CISO pada perusahaan tersebut.

Daftar Pustaka :

  • http://choressyx.blogspot.co.id/2014/09/contoh-kasus-kebocoran-data-pada-suatu.html
  • http://adealfira23.blogspot.co.id/2016/09/elemen-elemen-media-massa_30.html
  • http://belajaretika.blogspot.co.id/2010/06/regulasi-media-menjawab-tantangan-new.html
  • https://guntaraachmad.wordpress.com/2016/06/15/bioinformatika-bidang-bidang-yang-terkait/
  • http://gandungsetya.blogspot.co.id/2014/12/peranan-teknologi-informasi-dan.html
  • https://boedimanagoes.wordpress.com/2014/09/25/sistem-e-health-dalam-bidang-kesehatan/